“Dan pada sebahagian malam hari bersholat tahajudlah kamu sebagian suatu ibadah tambahan bagimu, mudah-mudahan tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.”

(QS. Al-Isro’:79)

Shalat tahajud adalah shalat yang diwajibkan kepada Nabi rasulullah Sholallahu a’laihi wassalam sebelum turun perintah shalat wajib lima waktu. Sekarang, shalat tahajud merupakan shalat yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan.
Dari hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan, bahwa shalat Tahajud yang dilakukan dengan tepat, ikhlas, dan khusyuk pada tiap malam dapat menurunkan kadar kortisol.

Kortisol atau dikenal juga dengan glukokortikortropik hormone adalah kelompok hormone steroid yang disekresikan oleh kelenjar adrenal bagian korteks ginjal dan juga dipengaruhi oleh master gland hipotalamus. Hipotalamus mensekresikan hormone CRH (corticotropin releasing hormone) yang akan merangsang melalui kelenjar hipofisis (pituitary). Selanjutnya, pituitari merespons perintah dari hipotalamus dengan mensekresikan hormone ACTH (adreno cortiko tropin hormone) yang akan merangsang kelenjar adrenal untuk mensekresikan hormone-hormonnya, salah satunya adalah kortisol.

Seperti diketahui, hormon-hormon tersebut sangat meningkat selama periode awal tidur, tetapi akan berkurang pada tahap tidur selanjutnya. Aktivitas bangun malam untuk melakukan shalat tahajud bisa mempengaruhi siklus pengeluaran hormone. Kadar hormone kortisol dalam jumlah tertentu sangat dibutuhkan oleh tubuh. Namun, apabila berlebihan bisa mempengaruhi kondisi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, shalat tahajud sangat berperan dalam membantu proses penyembuhan beberapa penyakit.

Fungsi kortisol yang turun dari Shalat Tahajjud adalah:

  1. Meningkatkan metabolisme karbohidrat dan asam amino sehingga menurunkan konsentrasi gula dalam darah.
  2. Memperkuat kerja jantung
  3. Melancarkan ekskresi urine sehingga dapat meringankan kerja ginjal
  4. Menyebabkan perubahan positif dan menstabilkan kondisi otak dan jiwa sehingga sangat baik untuk penderita euforia, depresi, mudah tersinggung, dan emosi labil.
  5. Meningkatkan pembentukan limfosit yang berfungsi penting di sel darah putih untuk melawan penyakit.