Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiallahu ta’alaanhu dia menceritakan: “Raja Romawi pernah menghadiahkan kepada Rasulullah sholallahu a’alaihi wassalam satu karung jahe. Beliau sholallahu a’laihi wassalam memberikan kepada setiap orang satu potong untuk dimakan dan aku juga mendapatkan satu potong untuk kumakan.”

(H.R. Abu Nuaim)

Nikmat hangatnya jahe sudah dirasakan sejak jaman dahulu kala, dan banyak  khasiatnya  terutama untuk mengusir dingin di musim hujan seperti saat ini. 

Rasa pedas dari senyawa zingeron secara alami bermanfaat dalam mengusir mual, seperti kasus morning-sickness atau pasca-operasi, dan berperan sebagai anti-mabuk perjalanan yang secara klinis terbukti sama atau lebih baik dari obat kimia sintetis, namun tanpa efek samping berbahaya.

Efek Kardiovaskular di jahe dahsyat kegunaannya sebagai tonik jantung, yang terbukti memodulasi otot jantung untuk  membuka sumbatan di pembuluh darah, mencegah terbentuknya plak, sehingga melancarkan peredaran darah.

Berdasarkan penelitian selama 20 tahun terakhir, ekstrak jahe dan gingerol adalah gudangnya antioksidan yang aktif mengurangi radikal bebas, memiliki aktivitas antikanker dan antitumor untuk menghambat perkembangan sel kanker payudara, paru-paru, usus besar, kulit, pankreas, dan prostat.

Tidak sampai disitu, jahe memiliki sifat antibakteri yang melindungi tubuh secara signifikan dari bakteri e-coli, salmonella, dan sebagainya, yang merupakan penyebab kematian di negara berkembang. 

Kitab Pengobatan Nabi karya dr Agus Rahmadi Mbiomed MA