Seringkali jika kita sakit, maka yang terpikir adalah obat. Jika obat tidak manjur, maka kita ke dokter dengan harapan dokter lah yang akan menyembuhkan, sehingga apapun yang disuruh dokter akan kita lakukan.

Dalam ilmu tauhid untuk pengobatan maka seyogyanya manusia akan meminta ALLOH Subhanahu wata’ala untuk petunjuk dalam berikhtiar mencari kesembuhan.

Ketika ada kuman masuk dalam tubuh, maka sel-sel darah putih akan menuju kuman untuk melawannya. Ketika ditemukan jumlah kuman lebih banyak, maka sel-sel darah putih akan memanggil lebih banyak pasukan untuk bantuan. Setelah berhasil mengalahkan penyakit, maka sel darah putih akan melakukan bunuh diri. Pertanyaannya, siapa yang menyuruh sel-sel darah putih untuk semua aktivitas itu? ALLOH, artinya manusia bergantung dan harus meminta ALLOH untuk sembuh.

Sebelum kita meminta akan lebih baik jika kita mengenal ke siapa kita meminta. Oleh karena itu dekatilah ALLOH agar kita lebih mengenal-Nya. Lakukanlah amalan-amalan yang diperintahkan ALLOH Azza Wajalla agar kita lebih dicintai-Nya, jika ALLOH sudah mencintai, maka akan mudah meminta apapun, termasuk kesembuhan.

ALLOH mencintai hamba-Nya yang rajin bersedekah, maka cintai orang miskin dengan bersedekah agar kita dicintai-Nya

ALLOH mencintai hamba-Nya yang rajin berpuasa, maka biasakan untuk berpuasa.

ALLOH mencintai hamba-Nya yang bertaubat, maka mintalah ampunan-Nya pada saat sholat Tahajjud.

Di saat wabah seperti ini, mari kita tingkatkan kualitas tauhid dengan amalan-amalan yang dicintai-Nya, yang terbukti secara medis menyehatkan, agar semakin dekat dengan pertolongan-Nya.

Sumber: dr. Agus Rahmadi MBiomed., MA.